SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

Akademi Fisioterapi yang disingkat dengan (AKFIS) Depkes Ujung Pandang berdiri pada tahun 1984, menerima mahasiswa baru tahun ajaran 1984/1985 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 015/Kep/Diknakes/XII/1984, tanggal 15 Desember 1984. Kehadiran AKFIS Depkes Ujung Pandang sangat tepat karena tenaga fisioterapi sangat dibutuhkan dan masih langka pada unit-unit pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas, khususnya di Sulawesi Selatan dan umumnya di Indonesia Bagian Timur, dimana Akademi Fisioterapi ini merupakan yang kedua di Indonesia setelah AKFIS Depkes Solo. AKFIS Depkes Ujung Pandang pertama beralamat di Jalan Adyaksa, Gedung PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Cabang Ujung Pandang dengan sistem sewa (kontrak) selama 4 (empat) tahun. Selama dalam pengoperasiannya, AKFIS Depkes Ujung Pandang menggunakan dana proyek mulai dari tahun 1984/1985 – 1991/1992 dengan Direktur/Penanggungjawabnya adalah Drs. Elim Salim yang dibantu oleh beberapa staf yang masih sangat terbatas. Kemudian tahun 1988/1989 AKFIS Depkes Ujung Pandang pindah ke kampus baru milik sendiri dengan alamat Jalan Paccerakkang KM. 14 Daya. Gedung baru AKFIS Depkes Ujung Pandang adalah bantuan Bank Dunia (LOAN) IBRD Nomor: 2542 dan APBN tahun anggaran 1986/1987 – 1989/1990 dengan perbandingan 60% Bank Dunia (LOAN) dan 40% APBN.

Selanjutnya tahun 1992/1993 AKFIS Depkes Ujung Pandang mengalami perubahan anggaran dari status proyek ke biaya rutin. Dengan adanya perubahan ini maka semua pembiayaan mengalami penurunan seperti biaya honorarium, pemeliharaan dan sebagainya, sehingga para Pembina dan Pengelola utamanya Dosen sangat merasakan atas perubahan tersebut. Bertepatan dengan peralihan penganggaran tersebut di atas, dibarengi pula dengan perubahan nomenklatur dari Akademi Fisioterapi menjadi Pendidikan Ahli Madya (PAM) berdasarkan SK Menkes RI Nomor: 14/Menkes/SK/I/1992 tanggal 3 Januari 1992 dalam rangka pengembangan Pendidikan Tinggi di Depkes RI. Kemudian pada tahun 2001 berdasarkan SK Menkes & Kessos No.298? Menkes-kessos/SK/2001 bergabung menjadi Poltekkes Kemenkes Makassar dimana AKFIS menjadi salah satu jurusan yaitu Jurusan Fisioterapi. Pada tahun 2012, Poltekkes Kemenkes Makassar dan Jurusan lainya telah memperoleh SK Alihbina No. 355/E/0/2012, tanggal 10 Oktober 2012 tentang Alihbina Penyelenggaraan Program Studi pada Poltekkes Kemenkes dari Kementerian Kesehatan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selama keberadaan Akademi Fisioterapi ini telah beberapa kali mengadakan pergantian Direktur, yakni :

    1. Pada bulan Juni 1991 diadakan serah terima jabatan dari Direktur lama Drs. Elim Salim kepada Direktur Baru sebagai Pelaksana Tugas Dr. H. Adnan Mahmoed, MPH (satu tahun lebih).
    2. Pada bulan September 1992 diadakan serah terima jabatan dari Dr. H. Adnan Mahmoed, MPH kepada Direktur Baru Dr. H. Agil Alatas.
    3. Pada tahun 1996 diadakan serah terima jabatan dari Dr. H. Agil Alatas kepada Direktur Baru Dr. Hj. Rostiaty Natsir, MPH.
    4. Pada tahun 2001 terjadi perubahan nomenklatur Akademi yang di bawah naungan Depkes menjadi Politeknik Kesehatan Makassar (Poltekkes Makassar) yang menaungi beberapa jurusan, dimana Akademi Fisioterapi menjadi salah satu jurusan di Poltekkes Makassar yaitu Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar. Direktur Akademi Fisioterapi pertama kali terpilih menjadi Direktur Poltekkes Makassar yaitu Dr. Hj. Rostiaty Natsir, MPH.
    5. Pada tahun 2001, Jurusan Fisioterapi dipimpin pertama kali oleh Ketua Jurusan yaitu H. Mustari Gani, SMPh, M.Pd dengan Sekretaris Jurusan Tiar Erawan, S.Pd, S.Ft, Physio, M.Kes. Beliau menjabat Ketua Jurusan selama 2 (dua) periode yaitu tahun 2001 dan 2006
    6. Pada tahun 2001, Jurusan Fisioterapi hanya mengelola satu Jenjang Pendidikan yaitu Pendidikan Diploma III Fisioterapi.
    7. Pada tahun 2007, berdasarkan SK. KEPMENKES NOMOR : OT.01.01.1.4.2.02754Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar membuka Jenjang Pendidikan Diploma IV Fisioterapi untuk Kelas Non-Reguler atau Kelas Alih Jenjang, yang pertama kali dipimpin oleh Ketua Program Studi D-IV Fisioterapi pertama yaitu Andy M.A. Hariandja, Dipl.PT, M.Kes.
    8. Pada tahun 2010,terjadi pergantian Ketua Jurusan dimana Jurusan Fisioterapi dipimpin oleh Suharto, S.Pd, S.ST.Ft, M.Kes sebagai Ketua Jurusan, dengan Sekretaris Jurusan Yonathan Ramba, S.Pd, S.Ft, Physio, M.Si, Ketua Program Studi D-III Fisioterapi adalah Hj. Hasnia Ahmad, S.Pd, SST.Ft, M.Kes, dan Ketua Program Studi D-IV Fisioterapi adalah Sri Saadiyah L, S.Ft, Physio, M.Kes.
    9. Pada tahun 2013,Program Studi D-IV Fisioterapi pertama kali menerima mahasiswa baru Diploma IV Fisioterapi untuk Kelas Reguler.
    10. Pada tahun 2014, terjadi pergantian Ketua Jurusan dimana Jurusan Fisioterapi dipimpin oleh Anshar, S.Pd, S.Ft. Physio, M.Kes sebagai Ketua Jurusan, dengan Sekretaris Jurusan Darwis Durahim, S.Pd, S.ST, Ft. M.Kes, Ketua Program Studi D-III Fisioterapi adalah Andi Halimah, SST.Ft, M.Adm.Kes, dan Ketua Program Studi D-IV Fisioterapi adalah Sudaryanto, SST.Ft, M.Fis
    11. Pada tahun 2018, terjadi pergantian Ketua Jurusan dimana Jurusan Fisioterapi dipimpin oleh Darwis Durahim, S.Pd, S.ST, Ft. M.Kes sebagai Ketua Jurusan dengan Sekretaris Jurusan Andi Halimah, SST.Ft, M.Adm.Kes, Ketua Program Studi D-III Fisioterapi adalah Muh. Awal, SKM, M.Kes, dan Ketua Program Studi D-IV Fisioterapi adalah Sudaryanto, SST.Ft, M.Fis.
    12. Pada tahun 2019, berdasarkan SK. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 406/KPT/I/2019 tanggal 20 Mei 2019 Jurusan Fisioterapi membuka Program Studi baru yaitu Program Studi Profesi Fisioterapi. Program Studi Profesi Fisioterapi pertama kali dipimpin oleh Sudaryanto, SST.Ft, M.Fissebagai Ketua Program Studi Profesi Fisioterapi, membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru dengan 2 Jalur yaitu Jalur A menerima calon maba dari SMA/SMK Kesehatan/MA, dan Jalur B menerima calon maba dari D4/S1.