Kemahasiswaan dan Alumni

  1. Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Poltekkes Kemenkes Makassar. Mahasiswa sebagai anggota civitas akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi dan atau profesional. Mahasiswa secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan atau penguasaan, pengembangan dan pengamalan suatu cabang ilmu pengetahuan dan atau teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi dan atau profesional yang berbudaya.

Sistem penerimaan mahasiswa baru (Sipenmaru) semua program studi  dilakukan setiap tahun melalui jalur ujian tulis, dan mulai tahun 2014 penerimaan mahasiswa baru melalui dua jalur, yaitu jalur PMDP (Penelusuran Minat dan Prestasi) dan jalur umum (tes tulis). Kemudian, pada tahun 2018 sistem penerimaan mahasiswa baru melalui 4 jalur yaitu jalur PMDP, jalur umum, jalur GAKIN (keluarga miskin), dan jalur DTPK (Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan). Mata ujian untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru meliputi Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahun Alam dan Bahasa Indonesia.

Setelah lulus tes tulis, selanjutnya dilakukan tes kesehatan sebagai syarat untuk menunjang kegiatan proses belajar secara fisik di program studi. Setelah lulus tes tulis dan kesehatan, maka calon mahasiswa akan mendaftar di bagian akademik Poltekkes Kemenkes Makassar. Sebelum dimulai proses belajar-mangajar, seluruh calon mahasiswa harus mengikuti kegiatan Pengenalan Program Studi. Salah satu materinya adalah pelatihan ESQ.

Mahasiswa yang kuliah di Jurusan Fisioterapi umumnya berasal dari SMU/SMK atau yang sederajat di Kawasan Timur Indonesia, baik pada Program Studi D-III Fisioterapi, Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi, maupun pada Program Studi Profesi Fisioterapi.

Setiap mahasiswa memiliki hak dan kewajiban selama mengikuti pendidikan di Poltekkes Kemenkes Makassar khususnya di Jurusan Fisioterapi. Setiap mahasiswa memiliki hak untuk :

    • Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggungjawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik.
    • Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan.
    • Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggungjawab atas program studi yang diikuti dan atau dalam penyelesaian studi.
    • Memperoleh layanan informasi berkaitan dengan program studi yang diikuti.
    • Memanfaatkan sumber daya di Poltekkes Kemenkes Makassar dalam rangka kelancaran proses belajar sesuai ketentuan yang berlaku.
    • Ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Makassar
    • Pindah ke Poltekkes lain dalam bidang kesehatan sejenis sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sedangkan kewajiban mahasiswa adalah untuk :

    • Mematuhi semua peraturan yang berlaku di Poltekkes Kemenkes Makassar
    • Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan sesuai ketentutan yang berlaku
    • Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai peraturan yang berlaku.
    • Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni
    • Menjaga kewibawaan dan nama baik Poltekkes Kemenkes Makassar
    • Menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
  1. Organisasi Kemahasiswaan

Untuk menstimulasi jiwa kepemimpinan, penalaran, minat, bakat dan kesejahteraan mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan pada Poltekkes Kemenkes Makassar maka dibentuklah organisasi kemahasiswaan.

Dalam struktur organisasi kemahasiswaan, induk organisasinya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berperan sebagai induk pelaksana kegiatan organisasi kemahasiswaan. Pengurus BEM terdiri atas utusan masing-masing jurusan/prodi dengan persyaratan IPK > 3,00. Badan Pengawas organisasi kemahasiswaan yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), dimana pengurusnya juga berasal dari utusan masing-masing jurusan/prodi dengan persyaratan IPK > 3,00.

Di tingkat jurusan terdapat organisasi kemahasiswaan dalam bentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisioterapi mulai terbentuk pada tanggal 13 April 2002 di kampus Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar. HMJ Fisioterapi PKM adalah organisasi intra perguruan tinggi yang berstatus otonom dan merupakan anggota badan kelengkapan KEMA – PKM non struktural Politeknik Kesehatan Makassar. Organisasi ini bertujuan untuk membentuk sikap ilmiah dan kritis sehingga tercipta sumber daya manusia yang profesional, bertaqwa, bertanggung jawab dan berbudi pekerti luhur dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Keanggotaan HMJ Fisioterapi PKM adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar, terdiri atas :

    • Anggota biasa; anggota biasa adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta didik di Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar.
    • Anggota luar biasa; anggota luar biasa adalah mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai peserta didik di Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar dan sudah memenuhi syaratkeanggotaan sebagai dewan pengurus dan kader.
    • Dewan kehormatan; dewan kehormatan adalah mereka yang telah berjasa di HMJ Fisioterapi PKM.

Selain ketiga organisasi kemahasiswaan tersebut, terdapat beberapak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Poltekkes Kemenkes Makassar, antara lain : PARAGA (Pemuda dan Olahraga), SIPARATA (Seni Pemuda Darah Kesehatan), Pramuka Racana Wahidin, Korps Sukarela (KSR) PMI Poltekkes Kemenkes Makassar, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Intelegent, Gerakan Anti Narkona Keluarga Poltekkes Kemenkes Makassar (GANK PKM), dan Mahasiswa Kesehatan Pecinta Alam Lingkungan Hidup (MAHACITAKA).